Terdapat beberapa pemahaman (dari beberapa pakar) terhadap kedudukan pemrograman dalam kaitan desain dan planning, ialah :
- Pemrograman merupakan bagian dari proses desain atau posisi pemrograman merupakan awal kegiatan atau system dari suatu proses perancangan arsitektur (W.Moleski dan H.Sanoff).
- Pemrograman adalah bagian desain, karena pemrogramah merupakan kegiatan analisis dalaam kaitan upaya pemecahan masalah desain (Mc. Laughlin).
- Pemrograman merupakan bagian awal dari perencanaan (planning) dan produknya merupakan “informasi ” sebagai input bagi kajian perkembangan masa yang akan datang. Disamping itu pemrograman selalu dialamatkan pada fakta-fakta, kondisi dan keputusan-keputusan (E.Agostini & E.T.White).
- Dalam kaitan pemrograman dilihat sebagai awal dari perencanaan maka secara skematik posisi pemrograman terhadap desain (perancangan) dan planning (perencanaan ) dapat digambarkan sbb:

Kesimpulan :
Pemrograman = planning for design
- Dalam kaitan pemrograman dilihat sebagai bagian dari proses desain, maka terdapat 3 (tiga) alternative hubungan meliputi : hubungan terpadu (integrated), hubungan terpisah (segregated) dan hubungan interaktif (interactive). Gambaran skematiknya sebagai berikut

- Gambaran umum dimana sebuah proses melalui pemrograman (diawalnya ) dan desain (diakhirnya) selalu dimulai dari gagasan (idea) dari Klien sebagai pengguna, atau pemi!ik atau penyandang dana. Arsitek mempunyai tugas untuk rnenterjemahkan gagasan atau keinginan tersebut dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang bersifat “mengolah informasi” agar bisa dimengerti dan diterima oleh klien. Secara skematik dapat dijelaskan sebagai berikut:
