Lompat ke konten
Home » Ekonomi » KARAKTERISTIK INDUSTRI

KARAKTERISTIK INDUSTRI

  • oleh

1. UKURAN PERUSAHAAN

Ukuran perusahaan berbeda dari satu industri ke industri lainnya. Sebagai contoh, perusahaan pada sektor semen mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan pada sektor rumah makan. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah perusahaan semen membutuhkan modal yang besar untuk berdiri. Karena barrier to entry cukup besar, maka modal yang dibutuhkan besar, maka ukuran perusahaan menjadi besar. Hal yang sebaliknya untuk rumah makan. Modal yang diperlukan tidak terlalu besar.

  • KONSENTRASI INDUSTRI

Konsentrasi industri bisa dipakai sebagai indicator persaingan (meskipun tidak sempurna). Industri dengan tingkat konsentrasi yang tinggi diperkirakan mempunyai tingkat persaingan yang rendah, sebaliknya dengan industri yang mempunyai tingkat konsentrasi yang rendah. Ukuran konsentrasi bisa dilihat melalui beberapa cara, seperti konsentrasi empat perusahaan terbesar dalam industri, atau dengan menggunakan Herfindhal Index.

Misal dalam suatu industri ada enam perusahaan dengan penjualan sebagai berikut ini: A=50, B=20, C=10, D=10, E=10. Dengan menggunakan konsentrasi empat perusahaan terbesar, konsentrasi bisa dihitung sebagai berikut ini.

Dengan menggunakan Herfindhal Index, tingkat konsentrasi bisa dihitung sebagai berikut ini.

10.000 ( (50/100)2 + (20/100)2 + (10/100)2 +(10/100)2 +(10/100)2 ) = 3.200 Biasanya angka HI dibawah 1.000 dipandang sebagai tidak terkonsentrasi.

Meskipun demikian, pengukuran tingkat konsentrasi tersebut mempunyai keterbatasan karena beberapa hal seperti definisi industri, apakah industri didefinisikan untuk level daerah atau nasional.

Industri lebih sulit didefinisikan. Secara umum, perusahaan bisa dianggap berada dalam satu industri jika mempunyai produk yang substitusi satu sama lain. Beberapa perusahaan mempunyai banyak lini produk sehingga menyulitkan penempatan perusahaan pada industri tertentu.

  • TEKNOLOGI

Beberapa industri mempunyai karakteristik labor intensive, sementara lainnya

mempunyai karakteristik capital intensive. Perbedaan tersebut bisa menyebabkan perbedaan karakteristik.

  • KONDISI PASAR DAN PERMINTAAN

Kondisi pasar dan permintaan berbeda dari satu industri ke lainnya. Untuk industri tertentu, akan lebih mudah memperoleh informasi, sedangkan untuk industri lainnya akan sulit memperoleh informasi.

  • POTENSI PEMAIN BARU UNTUK MASUK

Poetnsi pemain baru untuk masuk mencerminkan barrier to entry. Barrier to entry bisa berbeda dari satu industri ke industri lainnya.

2. PERILAKU (CONDUCT)

Disamping struktur pasar, perilaku perusahaan dalam industri juga bisa dilihat. Berikut ini beberapa dimensi untuk melihat perilaku perusahaan.

  • PERILAKU HARGA

Beberapa industri menetapkan marjin yang besar sementara yang lainnya menetapkan marjin yang kecil. Sektor ritel biasanya mempunyai marjin yang lebih kecil dibandingkan sektor teknologi yang tinggi, misal perusahaan pembuat pesawat terbang.

  • AKTIVITAS MERJER DAN INTEGRASI

Merjer bisa dilakukan secara vertikal (sesuai dengan proses atau tahapan produksi), maupun secara horisontal (perluasan lini produk yang sama). Contoh intergari vertikal adalah perusahaan mobil membeli perusahaan ban, kemudian membeli distributor mobil. Ban sampai distributor mencerminkan langkah-langkah dari hilir ke hulu. Sedangkan contoh integrasi horisontal adalah perusahaan mobil membeli perusahaan mobil lainnya. Contoh merjer konglomerasi adalah perusahaan mobil membeli perusahaan sepatu. Tidak ada kaitan antara kedua perusahaan tersebut.

  • RISET DAN PENGEMBANGAN DAN IKLAN

Riset dan Pengembangan dan iklan bervariasi dari satu industri ke industri lainnya.

3. KINERJA

Aspek lain yang perlu dilihat dari suatu industri yaitu kinerja.

  • LABA / PROFIT

Kinerja bisa dilihat melalui laba atau profit yang dihasilkan oleh perusahaan.

  • KESEJAHTERAAN MASYARAJAT (SOCIAL WELFARE)

Kinerja juga bisa dilihat melalui kesejahteraan masyarakat yang bisa diproduksi.

  • PARADIGMA STRUKTUR-PERILAKU-KINERJA
  • PANDANGAN KAUSAL

Dengan menggabungkan struktur, perilaku, dan kinerja, pandangan kausal mengatakan ada hubungan kausal, yaitu struktur mempengaruhi perilaku, kemudian perilaku mempengaruhi kinerja.

  • KRITIK FEEDBACK

Pandangan alternatif mengatakan bahwa kaitan antara struktur, perilaku, dan kinerja tidak bersifat kausal, tetapi berinteraksi satu sama lain. Struktur bisa mempengaruhi kinerja, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh kinerja dan perilaku. Juga dengan variabel lainnya.

Ada empat model industri yang sering dibicarakan di ekonomi, yaitu:

  • PERSAINGAN SEMPURNA
  • MONOPOLI
  • MONOPOLISTIK
  • OLIGOPOLI

Perbedaan karakteristik industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.