Lompat ke konten
Home » Ilmu Psikologi » Imagery

Imagery

  • oleh

Imagery adalah membayangkan sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui (daya bayang yang susah dideskripsikan).

  1. Imagery dan Rotasi

Bayangkan dua desian tiga dimensi di kertas lalu putar gambar di sebelah kiri dan kanan. Jika setelah diputar bayangan gambar tersebut serupa, maka dapat dikatakan bahwa gambar itu sama, apabila gambar tersebut tidak serupa maka dapat dikatakan bahwa gambar itu tidak sama. Menurut Roger Shepard, operasi yang telah kita lakukan atas objek di dalam ”mind eye” serupa dengan operasi yang akan kita lakukan atas objek fisik yang sesungguhnya. Selain itu, jika kita merotasi gambar yang sudah dikenal akan lebih mudah daripada merotasi gambar yang belum dikenal.

  • Imagery dan Ukuran

Hasil penelitian membuktikan bahwa orang akan lebih cepat membuat penilaian terhadap objek yang berukuran besar dibandingkan dengan objek yang berukuran kecil.

  • Imagery dan Bentuk

Hasil penelitian PAvio menunjukkan bahwa semakin besar sudut yang dibentuk jarum jam maka semakin cepat waktu yang diperlukan untuk melakukan keputusan. Karakteristik mental image :

a.         apabila orang merotasi mental image, suatu rotasi besar membutuhkan waktu lebih lama, sama seperti merotasi stimulus fisik dengan derajat yang besar.

b.         orang membuat penilaian ukuran dengan cara yang sama untuk mental image dan stimulus fisik, kesimpulan ini berlaku untuk visual image dan auditory.

c.         orang membuat keputusan mengenai bentuk dengan cara serupa untuk mental image dan stimulus fisik. Hanya berlaku untuk bentuk-bentuk yang sederhana (misalnya sudut yang dibentuk jarum jam dan bentuk rumit seperti daerah geografis).

  • Imagery dan Konsep Sebagian Seluruh

Penelitian dari Red tentang suatu pola merupakan bagian dari pola yang dilihat sebelumnya yang menunjukkan bahwa partisipan hanya benar 14% dari waktu yang disediakan dan secara keseluruhan hanya 55%. Hal ini menunjukkan bahwa orang tidak dapat menyimpan mental pictures. Orang menyimpan mental pictures sebagai penjelasan di dalam kode preposisional.

  • Imagery dan Figure yang Ambigu

Ketika dilakukan penelitian akan gambar yang ambigu, dari 15 partisipan menunjukkan bahwa tidak ada satu orang pun yang mampu menginterpretasikan gambar tersebut, padahal sebagian dari mereka termasuk kategori ”high imagery”. Tetapi ketika diminta membuat gambar dari memori dan menginterpretasikannya kembali, 15 orang tersebut dapat menginterpretasikannya. Gambar visual dapat diinterpretasikan jika stimulus dan instruksinya sesuai; pengkodean dapat secara nyata meliputi analog pada beberapa situasi.

  • Imagery dan Interfensi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi visual dapat mengganggu visual imagery dan visual imagery dapat pula mengganggu persepsi visual.

  • Visual Task Interfering with Visual Imagery

Hasil penelitian Brooke (1968) menunjukkan bahwa persepsi visual kita dapat mengganggu tugas yang memerlukan visual imagery, sebaliknya tugas yang memerlukan visual imagery dapat mengganggu persepsi visual.

  • Visual Imagery Interfering with Visual Task

Hasil penelitian Segal (1970) menunjukkan bahwa pasrtisipan kurang tepat mendeteksi stimulus fisik apabila image dan isyarat ada di dalam sensory mode yang sama.

  • Proses penglihatan, Imagery dan Persepsi

Farah dalam Matlin (1998) menemukan bahwa imagery mempengaruhi potensial yang dibangkitkan ketika orang melihat stimulus visual yang sebenarnya.

  • Kontroversi Imagery

Mental image adalah sama seperti reaksi terhadap objek sebenarnya. Pembangkitan image diselesaikan dengan 4 komponen prosessing, yaitu :

1.         Proses penggambaran merubah informasi incode dalam image luar.

2.         Proses penemuan ini mencari image luar untuk bagian tertentu.

3.         Proses penempatan (put) yang melaksanakan beberapa fungsi yang diperlukan untuk menciptakan bagian dari suatu image lokasi yang tepat.

4.         Proses image yang mengkoordinasikan ketiga komponen dan menetapkan karakteristik lain apakah image itu akan diuraikan atau relative sederhana.

2.         The Propposisional Position

Mental image adalah epifenomenal, yang berarti bahwa image ini benar-benar “take on” setelah hal pokok diperoleh dari proposisional. Informasi itu betul-betul tersimpan dalam hubungan proposisi, atau konsep abstrak yang menggambarkan hubungan antara hal pokok.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.