Mendefinisikan Opportunity Cost dan Menggunakannya UntukMenganalisis Dari Berbagai Alternative Yang Diberikan Terhadap Pendapatan.
Opportunity cost adalah pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternative tertentu. Contoh suatu ruang took pada masa sekarang disewakan dengan pendapatan sewa Rp. 150.000 per bulan.pimpinan mempertimbangkan akan menggunakannya untuk keperluan perdagangan barang X dan menghentikan persewaan ruang toko tersebut.
Dalam mempertimbangkan apakah lebih menguntunkan menyewakan atau memakai sendiri toko tersebut, dibuat perhitungan seperti disajikan pada gambar berikut:

Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa menghentikan sewa dan menggunakan sendiri ruan toko tersebut untuk perdagangan barang X meerupakan alternative yang seharusnya dipilih. Biaya sewa yang dikorbankan jika alternative mengunakan sendiri ruang took tersebut merupakan contoh biaya kesempatan, yang merupakan elemen biaya diferensial dalam pengambilan keputusan. Biaya kesempatan merupakan sala satu elemen biaya diferensial, namun biaya diferensial tidak terbatas pada biaya kesempatan saja. Biaya diferensial mencakup pula biaya keluar dari kantong disamping dalam pengambilan keputusan tertentu, biaya diferensial mencakup pula biaya kesempatan.
Outlay cost atau out of pocket adalah biaya yang akan memerlukan pengeluaran kas sekarang atau dalam jangka dekat sebagai akibat dari keputusan manajemen. Sebagai contoh, manajemen memutuskan untuk menerima pesanan pembuatan produk dari seorang pelanggan. Dalam hal ini biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja adalah contoh outlay cost. Biaya overhead pabrik selain biaya depresiasi dan amortisasi juga outlay cost. Outlay cost adalah elemen biaya deferensial yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.
Biaya diferensial adalah biaya masa akan dating yang diperkirakan akan berbeda (differ) atau terpengaruh ole suatu pengambilan keputusan pemilihan, diantara berbagai macam alternative. Oleh karena itu, biaya tersebut relevan dengan analisis yang dilakukan oleh manajemen di dalam pengambilan keputusan.
Memutuskan Apakah Membeli atau Membuat Sendiri suku cadang atau Produk yang Dibutuhkan Produksi
VI. 2. a. Membuat sendiri atau Membeli dan fasilitas yang sedang tidak digunakan
Keputusan membeli atau membuat sendiri dihadapi oleh manajemen terutama dalam perusahaan yang produknya terdiri dari berbagai komponen dan yang memproduksi berbagai jenis produk. Tidak selamanya komponen yang membentuk suatu produk harus diproduksi sendiri oleh perusahaan, jika meman
pemasok luar dapat memasok komponen tersebut dengan harga yang lebih murah daripada biaya untuk memproduksi sendiri komponen tersebut. Oleh karena itu, salah satu pemicu timbulnya pertimangan untuk membeli atau memproduksi sendiri adalah penawaran harga dari pemasok luar untuk suatu komponen produk yang berada dibawah biaya produksi sendiri komponen tersebut. Pertimbangan untik membeli atau membuat sendiri dapat juga timbul sebagai akibat adanya taksiran penghematan biaya jika suatu komponen yang sebelumnya dibeli dari pemasok luar direncanakan akan dibuat sendiri oleh perusahaan.
Factor kuantitatif apa yang relevan untuk memutuskan apakah membeli atau membuat sendiri? Jawabannya, lagi, tergantung pada situasinya. Factor kuncinya adalah apakah ada atau tidaknya fasilitas yang sedang tidak digunakan. Banyak perusahaan membuat suku cadang hanya ketika fasilitas yang dimiliknya sedang tidak digunakan untuk membuat produk lain, sehingga bahan yang dihasilkan memiliki manfaat yang lebih baik.
Diasumsikan bahwa berikut adalah laporan biaya General Electric (GE) Company
| Total cost for 20000 units ($) | Cost per unit ($) | |
| Direct material 20000 1 Direct labor 80000 4 Variable factory overhead 40000 2 | ||
| Fixed factory overhead | 80000 | 4 |
| Total Cost | 220000 | 11 |
Seorang pengusaha lain menawarkaan menawarkan kepada perusahaan GE suku cadang yang sama, dengan harga $10. apakah perusahaan GE akan membuat sendiri ataukah membeli suku cadang tersebut?
Meskipun biaya per unit sebesar $11 yang ditunjukan di atas, kelihatannya menyatakan bahwa perusahaan GE sebaiknya membeli, jawabannya tidaklah sesederhana itu. Masalah utamanya adalah perbedaan antara biaya mendatang dari
kedua alternative tersebut. Jika biaya overhead tetap sebesar $4 per unit merupakan biaya yang akan terus berlangsung (seperti penyusutan, pajak kekayaan, asuransi, alokasi gaji eksekutif) tanpa melihat keputusan manapun yang akan diambil, maka keseluruhan $4 itu menjadi tidak relevan
Sekali lagi, memang terlalu gegaba menyatakan dengan pasti, bahwa hanya biaya variable saja lah yang relevan. Munkin ada $1 dari biaya tetap akan bias dihemat, jika suku cadang itu dibeli dan bukan diproduksi. Yaitu jika misalnya $20000 adalah gaji seorang mandor yang akan diberhentikan atau dipindahkan ke tugas lain yang lebih produktif. Dengan kata lain, biaya tetap yang pada waktu mendatang bias dihindarkan adalah biaya relevan.
Untuk sementara marilah kita asumsikan bahwa kapasitas yang sekarang digunakan untuk membuat sendiri suku cadang, akan mengganggur jika suku cadang tersebut dibeli dari luar. Perhitungannya yang relevan adalah sebagai berikut:
| Perunit | Total | |||
| Dibuat sendiri | Dibeli | Dibuat sendiri | Beli | |
| Purchases Cost | $10 | $200000 | ||
| Direct material | $1 | – | $20000 | – |
| Direct labor | 4 | – | 80000 | – |
| Variable Factory overhead | 2 | – | 40000 | – |
| Fixed factory overhead, that can be avoided by not making | 1 | – | 20000 | – |
| (supervisor’s salaries) | ||||
| Total relevant cost | $8 | $10 | $160000 | $200000 |
| Different in favor of making | $2 | $40000 |
VI.2.b Intisari dari pertanyaan membuat atau membeli: penggunaan fasilitas
Pilihan dalam contoh yang diberikan di atas tadi bukanlah membuat sendiri atau membeli, tetapi bagaimana cara yang paling baik untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Meskipun data yang disebut di atas memberikan indikasi bahwa membuat sendiri suku cadang adalah pilihan yang paling baik, namun angka-angkanya belum merupakan angka terakhir khususnya karena kita tidak mempunyai gambaran tentang apa yang bisa diperbuat dengan fasilitas produksi, jika komponen itu dibeli saja. Hanya apabila fasilitas yang dibebankan itu akan tetap menganggur, maka angka-angka diatas tadi akan tetap berlaku.
Jika fasilitas yang dibebaskan itu bisa digunakan dengan menguntungkan dalam beberapa kegiatan produksi yang lain (untuk mendatangkan suatu kontribusi laba, katakanlah sebesar $55000) atau disewakan keluar (katakanlah sebesar $35000), maka alternative itu juga patut dipertimbangkan. Maka dua kemungkinan aktivitas itu berubah menjadi empat (angka-angka dalam ribuan):
| Membuat sendiri | Beli dan biarkan fasilitas menganggur | Membeli dan menyewakan | Beli dan gunakan fasilitas untuk produk lain | |
| Rent revenue | $- | $- | $35 | $- |
| Contribution from other | – | – | – | 35 |
| product | ||||
| Obtaining of part | (160) | (200) | (200) | (200) |
| Net relevant cost | $(160) | $(200) | $(165) | $(145) |
Hasil analisa di atas menyatakan bahwa membeli suku cadang dan menggunakan fasilitas yang telah dikosongkan itu untuk membuat produk lain, adalah alternative yang akan memberikan hasil terbaik dalam kasus ini.
Singkatnya, keputusan untuk membuat sendiri atau membeli itu harus dipusatkan pada biaya yang relevan untuk masing-masing keputusan. Perusahaan harus selalu mengaitkan keputusan untuk membuat sendiri atau membeli itu pada kebijakan jangka panjang mengenai penggunaan kapasitas yang ada.